Reforma Agraria Dinilai Mandek, DPR Akui Pansus Konflik Agraria Bergerak Lambat
JurnalPatroliNews – Jakarta – Pelaksanaan reforma agraria kembali menjadi sorotan tajam dari kalangan masyarakat sipil. Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menilai upaya penyelesaian konflik agraria masih terkendala, sementara kekerasan dan kriminalisasi terhadap petani serta masyarakat adat terus terjadi di berbagai daerah.
Kritik Gebrak terhadap Penanganan Konflik Agraria
Kritik tersebut disampaikan dalam forum audiensi dengan pimpinan DPR RI, di mana Pimpinan Kolektif Gebrak dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Dwi Kartika, menyoroti ketimpangan penguasaan lahan yang masih terfokus pada kelompok tertentu. Menurutnya, langkah nyata dari Panitia Khusus (Pansus) Konflik Agraria yang dibentuk DPR RI belum memberikan perubahan signifikan untuk menghentikan praktik kekerasan dan kriminalisasi terhadap petani dan masyarakat adat.
Gebrak mencatat bahwa sejak Desember 2025 hingga April 2026, setidaknya 22 petani dan masyarakat adat mengalami penembakan. Selain itu, ratusan orang mengalami penganiayaan dan lebih dari 450 petani, masyarakat adat, serta aktivis ditangkap karena mempertahankan tanah mereka.
Tanggapan DPR RI
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengakui bahwa kinerja pansus reforma agraria belum maksimal dan masih berjalan lambat. Meski demikian, DPR berencana memperkuat pansus tersebut pada masa sidang berikutnya dengan membentuk “command center” bersama Komisi III untuk merespon konflik agraria dengan lebih cepat.
Selain itu, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyebut bahwa pansus saat ini fokus pada menyusun desain besar reforma agraria, termasuk mendata desa-desa di kawasan hutan dan menginventarisasi sengketa lahan komunal. DPR juga sedang menggodok konsep one map policy untuk mencegah konflik agraria berkelanjutan dan membentuk badan pelaksana reforma agraria.
Mulai dari masa sidang mendatang, pansus akan lebih fokus menangani konflik pertanahan yang melibatkan masyarakat luas, baik dengan korporasi maupun institusi negara.





