Polemik seputar implementasi Indonesia Game Rating System (IGRS) di platform digital kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN, Okta Kumala Dewi, mengkritik ketidaksesuaian klasifikasi usia dalam beberapa gim di platform Steam yang telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Menurut Okta, penerapan sistem rating gim seharusnya memberikan panduan yang tepat bagi orang tua dalam memilih konten yang sesuai dengan usia anak. Meskipun demikian, ia menyoroti adanya ketidaktepatan dalam implementasi di lapangan yang menyebabkan kebingungan di kalangan pengguna.
Okta menekankan perlunya evaluasi serius terhadap sistem rating gim agar IGRS dapat berjalan secara akurat, transparan, dan dipercaya publik. Ia juga mendorong pemerintah untuk melibatkan komunitas gim dalam pengembangan dan implementasi IGRS guna memastikan keberlangsungan aturan yang sesuai dengan kebutuhan industri gim di Indonesia. Dengan potensi besar yang dimiliki oleh industri gim daring di Indonesia, regulasi yang diterapkan harus mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan pengguna dan pertumbuhan industri.
Meskipun demikian, Okta menegaskan pentingnya keberadaan sistem rating seperti IGRS sebagai panduan yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan perbaikan sistem dan kolaborasi dari semua pihak, tujuan awal kebijakan ini dapat tercapai tanpa menimbulkan polemik di kalangan pengguna.





