Masyarakat di wilayah Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, kembali mengalami masalah dalam distribusi air bersih dari PDAM yang terhenti selama beberapa bulan terakhir. Keluhan ini menambah panjang daftar persoalan terkait pelayanan air bersih yang dihadapi penduduk setempat. Andi Gusna, seorang karyawan PDAM Tanah Beru Bonto Bahari, menjelaskan bahwa masalah utamanya adalah berkurangnya debit air di sumber air Lotong-lotong. Upaya penyelesaian terus dilakukan untuk mengatasi penyumbatan di bawah, dengan tiga personel turun menyelam untuk mengecek kondisi tersebut.
Andi Gusna menjelaskan bahwa distribusi air dari Lotong-lotong ke Ujung Loe berasal dari sumber yang sama, namun keduanya menggunakan pompa yang berbeda. Dia juga mengungkapkan kondisi internal PDAM yang memprihatinkan, dimana kendala finansial menjadi penghambat utama dalam meningkatkan pelayanan. Permintaan bantuan dari Pemerintah, terutama terkait perbaikan pipa dan pembayaran listrik, menjadi hal yang sangat dibutuhkan. Abdul Rahman berharap adanya tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Bulukumba dan pihak legislatif untuk membantu dalam penyediaan modal perbaikan infrastruktur pipa yang sudah banyak bocor.
Pihak PDAM mengaku sering menerima janji bantuan namun hingga saat ini belum terlaksana. Sementara itu, masyarakat terus menunggu penyediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Bupati Bulukumba, A Mukhtar Ali Yusuf, menyadari kendala utama PDAM Bulukumba yang terkait kekurangan biaya operasional. Beliau menyebutkan bahwa pergantian pipa masih sulit dilakukan karena keterbatasan biaya operasional. Di tengah upaya perbaikan yang dilakukan petugas lapangan, warga Ujung Loe masih menunggu kepastian kapan distribusi air akan normal kembali.





