Strategi Kemenpar Menghadapi Dampak Perang AS-Israel-Iran pada Pariwisata

by

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indonesia tengah menyiapkan strategi untuk menjaga stabilitas sektor pariwisata di tengah tekanan geopolitik global akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan komitmen pemerintah dalam pengembangan pariwisata yang berkualitas, aman, berkelanjutan, dan memberi dampak ekonomi positif kepada masyarakat.

Dinamika geopolitik global memberikan tekanan pada sektor pariwisata, namun Kemenpar terus melakukan langkah-langkah mitigasi untuk menjaga kinerja pariwisata nasional. Langkah-langkah strategis meliputi peningkatan keselamatan wisata, penyusunan pedoman destinasi, pemetaan kawasan rawan bencana, dan peningkatan desa wisata melalui program pendampingan dan sertifikasi.

Kemenpar juga melanjutkan program-program unggulan seperti Wonderful Indonesia Gastronomi, Wellness Tourism, Event by Indonesia, dan meningkatkan digitalisasi melalui Tourism 5.0. Konflik di Timur Tengah telah berdampak pada sektor pariwisata global, terutama dengan penutupan wilayah udara Iran yang memengaruhi penerbangan internasional ke Indonesia.

Untuk menjaga target kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2026, pemerintah bersiap dengan langkah-langkah adaptif seperti mengalihkan fokus pasar ke Asia Tenggara dan Asia Timur, meningkatkan kampanye digital, dan optimalisasi kerja sama dengan maskapai penerbangan. Selain itu, dibutuhkan event lintas batas dan promosi wisata domestik untuk memperkuat pariwisata nusantara di tengah ketidakpastian global.

Semua langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketahanan sektor pariwisata Indonesia dan tetap memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi negara.

Source link