DPR Desak Pemerintah Atasi Monopoli Penerbangan Timur Indonesia

by

Anggota DPR RI dari Papua Barat Daya, Robert J. Kardinal, mengeluarkan desakan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar segera mengeluarkan kebijakan strategis untuk mengatasi praktik monopoli dan duopoli dalam rute penerbangan, terutama di kawasan timur Indonesia seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Menurut Robert, dominasi Grup Lion dan Grup Garuda dalam industri penerbangan nasional membuat harga tiket pesawat sulit turun dan tidak rasional, terutama untuk rute-rute ke wilayah timur Indonesia.

Dirinya mengungkapkan bahwa sebagian besar layanan penerbangan domestik, termasuk ke daerah terpencil, dikuasai oleh maskapai dalam satu grup yang sama. Hal ini menyebabkan harga tiket pesawat menjadi mahal dan sulit bersaing. Robert juga menyoroti keterbatasan armada maskapai milik pemerintah seperti Garuda Indonesia dan Citilink yang dinilai tidak optimal dalam mencakup seluruh rute. Sebagai solusi, Robert mendorong Kemenhub untuk membuka akses bagi maskapai swasta, bahkan dari luar negeri, agar dapat melayani rute domestik di Indonesia yang belum terlayani dengan baik.

Selain itu, Robert juga menyoroti perlunya reformasi kebijakan avtur yang masih dimonopoli oleh satu pihak. Ia juga menekankan pentingnya melibatkan tenaga kerja lokal dalam sektor penerbangan, terutama di Papua, untuk memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat setempat. Dengan perbaikan regulasi dan keterlibatan tenaga kerja lokal, Robert meyakini bahwa tiket pesawat yang terjangkau bukanlah hal yang mustahil di industri penerbangan Indonesia.

Source link