Pengamat Sikap Trump terhadap Selat Hormuz: Konsistensi yang Dipertanyakan

by

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menghadapi tekanan besar dari selatan Amerika Serikat, baik dari segi militer maupun dampak ekonomi global terkait pernyataannya mengenai konflik di Selat Hormuz. Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, menilai perubahan sikap yang ditunjukkan oleh Trump dalam menyikapi situasi tersebut mencerminkan keraguan Washington dalam bertindak sendiri. Tidak adanya respons signifikan dari Iran terhadap ancaman AS membuat AS merisaukan risiko keterlibatan militer yang tinggi. Awalnya AS berencana mengirim kapal perang untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz, namun angkatan laut AS dinilai tidak siap menghadapi konflik langsung. Tekanan domestik di AS, terutama terkait lonjakan harga minyak dan bahan bakar, semakin meningkat. Meskipun 22 negara menyatakan kesiapannya menjaga Selat Hormuz, Faisal menilai bahwa komitmen tersebut masih perlu diuji dalam implementasi di lapangan. Jika terjadi keterlibatan militer dari berbagai negara, konflik berpotensi meluas dan sulit dikendalikan.

Source link