Pengamat politik Rocky Gerung mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan penundaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) jika terjadi lonjakan harga energi dan bahan pokok akibat krisis global. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik yang melibatkan Iran, dikhawatirkan akan berdampak pada stabilitas ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Salah satu risiko yang disorot adalah penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama distribusi energi global, dapat memicu kenaikan harga minyak dunia yang berdampak pada biaya transportasi, harga bahan pokok, dan pengeluaran rumah tangga masyarakat.
Rocky melalui kanal YouTube miliknya berpendapat bahwa jika terjadi keresahan terkait MBG, Presiden sebaiknya mengevaluasi atau menghentikan program ini untuk mengembalikan kepercayaan publik di tengah kesulitan ekonomi akibat harga BBM yang melonjak. Program MBG yang memerlukan anggaran besar berpotensi mengalami tekanan jika harga bahan pangan terus naik, sehingga kualitas makanan yang disediakan dapat terpengaruh jika anggaran per porsi tidak disesuaikan.
Rocky berpendapat bahwa protes masyarakat dapat meningkat jika kualitas makanan menurun akibat kenaikan harga bahan baku. Oleh karena itu, pemerintah sebaiknya memprioritaskan langkah mitigasi terhadap dampak ekonomi global, termasuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok dan ketersediaan energi di dalam negeri. Opsi penundaan atau evaluasi sementara program MBG bisa dipertimbangkan jika tekanan ekonomi global semakin kuat, demi menjaga kualitas makanan yang disediakan dalam program tersebut.





