Ketegangan geopolitik dan ketidakstabilan keuangan sering mendorong masyarakat untuk mencari perlindungan ke dalam aset digital yang tidak terikat batas negara. Hal ini terjadi kembali setelah serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Elliptic, perusahaan analisis blockchain, melaporkan lonjakan tajam dalam arus keluar aset kripto dari Nobitex, yang merupakan bursa kripto terbesar di Iran.
Tom Robinson, Co-founder sekaligus Chief Scientist Elliptic, menjelaskan bahwa lonjakan tersebut terjadi dengan cepat setelah serangan udara dimulai. Volume transaksi keluar dari Nobitex meningkat hingga 700% hanya dalam hitungan menit setelah serangan pertama AS-Israel ke Iran. Hal ini kemungkinan merupakan tanda pelarian modal dari Iran melalui aset digital untuk menghindari sistem perbankan tradisional.
Nobitex merupakan bursa kripto terbesar di Iran dengan catatan transaksi kripto senilai USD 7,2 miliar sepanjang tahun 2025 dan melayani lebih dari 11 juta pengguna. Selain itu, bursa ini memiliki peran vital dalam ekosistem aset digital Iran dan telah dikaitkan dengan aktivitas keuangan yang terhubung dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Selanjutnya, Nobitex juga telah digunakan oleh Bank Sentral Iran dalam upaya untuk menjaga nilai mata uang rial yang sedang mengalami tekanan. Dengan adanya lonjakan penarikan kripto dari bursa terbesar di Iran sebagai respons terhadap serangan AS-Israel, fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya aset digital dalam mengatasi ketegangan geopolitik dan menjaga stabilitas keuangan dalam situasi yang tidak pasti.





