Morgan Stanley, bank investasi Wall Street yang mengelola sekitar USD 9 triliun aset, sedang mengeksplorasi pengembangan layanan aset digital secara menyeluruh. Rencana layanan tersebut mencakup penyimpanan, perdagangan, pinjaman, dan produk imbal hasil yang berbasis pada Bitcoin. Langkah ini dipandang sebagai tanda bahwa Bitcoin semakin terintegrasi dalam sistem keuangan global, bukan hanya sebagai instrumen spekulatif belaka.
Dengan basis nasabah yang luas, mulai dari investor ritel hingga institusi besar, keterlibatan Morgan Stanley dalam layanan Bitcoin diharapkan memberikan akses langsung ke aset kripto melalui lembaga yang memiliki regulasi dan kepercayaan. Amy Oldenburg, Head of Digital Asset Strategy di Morgan Stanley, mengonfirmasi bahwa bank tersebut sedang mempersiapkan solusi kustodian dan bursa secara internal. Selain itu, layanan imbal hasil dan pinjaman berbasis Bitcoin juga tengah dalam tahap eksplorasi, menurut percakapan dengan CEO Strategy, Phong Le. Peningkatan produk yield dan lending diharapkan dapat memperluas fungsi Bitcoin sebagai aset simpanan dan instrumen pendapatan.
Perlu diingat bahwa keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Sebaiknya lakukan analisis mendalam sebelum melakukan transaksi kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas konsekuensi kerugian atau keuntungan yang mungkin timbul dari keputusan investasi.





