Mahasiswa sebagai generasi calon pemimpin bangsa perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi kompleksitas dinamika zaman. Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, menyampaikan pentingnya pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi dalam membentuk kepemimpinan yang kuat di masa depan. Tantangan kebangsaan yang semakin beragam, seperti polarisasi sosial, disrupsi digital, dan dinamika geopolitik global, menunjukkan perlunya Empat Pilar MPR sebagai jangkar nilai untuk menjaga prinsip persatuan dan keadilan sosial.
Eddy menekankan bahwa mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin masa depan, dan pemahaman yang kuat terhadap Empat Pilar akan membentuk karakter kepemimpinan yang berintegritas, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan bangsa. Selain itu, mahasiswa juga diingatkan untuk tidak bersikap apatis terhadap politik dan proses legislasi, karena politik memiliki peran penting dalam menghasilkan kebijakan publik yang pro-rakyat.
Dalam konteks ini, Eddy mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan ruang pendidikan politik, seperti Sekolah Legislatif, sebagai sarana pembelajaran kepemimpinan yang berlandaskan nilai konstitusi. Menurutnya, legislasi bukan hanya tentang membuat undang-undang, tetapi juga memastikan bahwa setiap kebijakan mencerminkan nilai Pancasila dan semangat konstitusi. Mahasiswa perlu terlibat aktif, kritis, namun tetap konstruktif dalam proses politik untuk membangun kepemimpinan yang tangguh dan berpihak kepada kepentingan bangsa.





