Harga bitcoin, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar (BTC), mengalami penurunan pada Kamis sore. Analis meyakini bahwa turunnya harga bitcoin dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat setelah data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari yang diperkirakan. Meskipun harga bitcoin turun tipis dalam 24 jam terakhir, namun kembali mengalami kenaikan. Selama satu minggu terakhir, harga bitcoin mengalami penurunan, sedangkan saat ini harga bitcoin berada di posisi USD 67.168 atau sekitar Rp 1,12 miliar.
Sementara itu, harga Ethereum (ETH) menguat sebesar 0,90% dalam 24 jam terakhir, namun turun 5,6% selama seminggu terakhir. Harga Ethereum saat ini mencapai USD 1.968 atau sekitar Rp 33,02 juta. Kapitalisasi pasar kripto global juga mengalami peningkatan 0,65% menjadi USD 2,29 triliun dalam 24 jam terakhir, dengan kapitalisasi pasar kripto global mencapai Rp 38.431 triliun.
Menurut Financial Expert Ajaib Panji Yudha, pasar aset digital mengalami koreksi merata setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan. Harga bitcoin sempat turun sebelum mengalami kenaikan kembali. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran investor terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga yang sulit terwujud karena kondisi pasar tenaga kerja AS yang tampak kuat dan stabil. Data ekonomi AS juga mencatat lonjakan Nonfarm Payrolls sebesar 130.000 pada bulan Januari dan tingkat pengangguran yang turun tipis menjadi 4,3%.





