Harga kripto seperti bitcoin (BTC) saat ini masih berada di zona merah, menurut data dari Coinmarketcap.com. Harga bitcoin turun sebanyak 6,76% dalam 24 jam terakhir dan 20,28% selama seminggu terakhir, mencapai posisi USD 65.868 atau sekitar Rp 1,11 miliar. Sementara itu, harga Ethereum juga mengalami penurunan, turun 7,83% dalam 24 jam terakhir dan 29,55% selama seminggu terakhir, mencapai posisi USD 1.924 atau sekitar Rp 32,45 juta.
Pasar kripto secara keseluruhan juga mengalami penurunan, dengan kapitalisasi pasar turun menjadi USD 2,27 triliun atau sekitar Rp 38.293 triliun. Menurut Panji Yudha, seorang ahli keuangan dari Ajaib, harga bitcoin turun hingga mencapai level USD 60.000, yang merupakan penurunan signifikan sejak pemilihan umum Amerika Serikat pada November 2024. Bahkan, harga bitcoin telah turun lebih dari 50% dari posisi tertinggi pada Oktober 2025.
Di tengah kondisi pasar yang buruk, terjadi gelombang likuidasi besar-besaran dengan total nilai jutaan dolar dalam 24 jam terakhir. Tekanan jual yang ekstrem ini dipicu oleh faktor-faktor seperti aksi jual di pasar saham dan kekhawatiran mengenai dampak artificial intelligence (AI) pada perusahaan teknologi. Meskipun harga kripto turun, harga emas justru mengalami kenaikan sebesar 24% sejak Oktober, menunjukkan dinamika pasar yang kompleks.





