Percakapan Kripto di Indonesia 2025: Nilai Transaksi Turun

by -35 Views

Percakapan seputar aset kripto, Web3, dan blockchain di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2025. Namun, meskipun minat publik terhadap topik ini semakin tinggi, data menunjukkan bahwa nilai transaksi kripto justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut laporan Indonesia’s Crypto Outlook 2026 yang dilakukan oleh Dataxet Sonar, volume percakapan kripto di media sosial meningkat sekitar 29,8% pada tahun 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dengan total engagement mencapai 217,7 juta. Meskipun demikian, nilai transaksi aset kripto pada tahun 2025 turun 25,9% menjadi Rp 482,23 triliun, meskipun jumlah investor kripto nasional mencapai 20,19 juta.

Kepala Insights Dataxet Sonar, Prasetyo Katon, menyatakan bahwa peningkatan percakapan tentang kripto menunjukkan minat publik terhadap industri aset digital tetap tinggi. Namun, ada kesenjangan antara minat publik dan aktivitas transaksi yang perlu diatasi. Salah satu faktor yang dianggap berkontribusi adalah biaya transaksi yang belum efisien sepenuhnya, yang bisa mendorong sebagian pelaku pasar untuk beraktivitas di platform luar negeri. Sebagai upaya merespons temuan tersebut, bursa berjangka aset kripto CFX berencana memberikan keringanan biaya transaksi bagi Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) dengan menurunkan biaya transaksi bursa dari 0,04% menjadi 0,02%, mulai 1 Maret 2026. Harapannya, penyesuaian ini dapat meningkatkan likuiditas dan aktivitas perdagangan kripto melalui ekosistem dalam negeri.

Source link