Situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian saat ini menimbulkan dampak bagi demokrasi dan kesejahteraan. Menurut Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, semakin terbatasnya sumber daya alam menyebabkan persaingan menjadi semakin tajam di antara negara-negara dunia. Kondisi ini membuat pemimpin-pemimpin dunia bersikap pragmatis dan melakukan langkah-langkah survival untuk mempertahankan keberlangsungan hidup. Contohnya, Amerika Serikat (AS) menyerang Venezuela untuk menguasai minyak negara tersebut yang sebelumnya dikuasai oleh Tiongkok dan Rusia.
Fahri juga mengkritik elite Indonesia yang terlalu sering terlibat konflik dan tidak menyelesaikan masalah dengan cara yang sehat. Dia mendukung keputusan Presiden Prabowo Subianto dalam mempersiapkan batalyon tempur untuk menghadapi ancaman asing, sekaligus menghilangkan ketimpangan, menghentikan kebocoran sumber daya alam, dan melakukan efisiensi belanja birokrasi. Upaya Prabowo untuk menyelamatkan generasi melalui program pangan gratis untuk anak-anak dan ibu hamil serta sekolah gratis bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrim dan mengurangi ketegangan sosial.
Fahri menegaskan perlunya konsolidasi dan kesadaran situasi global di antara para elite nasional agar Indonesia tetap kuat dan tidak terjerembab dalam kekacauan demokrasi yang mewabah di negara-negara Barat. Dia menekankan pentingnya mempertahankan fondasi konstitusi dan doktrin Pancasila sebagai landasan kuat falsafah bangsa dan negara. Partai Gelora dipandang akan terus memimpin dalam diskusi ini untuk mencapai tujuan tersebut.





