Perkuat Industri Pertahanan Nasional dengan Penggunaan Pesawat CN-235

by -90 Views

Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, memberikan tanggapannya terkait laporan media internasional yang menyebutkan penggunaan pesawat CN-235 buatan Indonesia oleh Amerika Serikat dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Pesawat CN-235 merupakan hasil kerja sama antara PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan perusahaan Spanyol, CASA, digunakan untuk kepentingan militer dan sipil oleh berbagai negara. Soleh menilai peristiwa ini harus menjadi momentum penting bagi pemerintah Indonesia dalam merenungkan kebijakan pertahanan, terutama dalam peningkatan produksi dan pemanfaatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam negeri.

Menurut Soleh, di tengah ketidakpastian geopolitik global dan risiko konflik bersenjata, Indonesia harus meningkatkan kemandirian pertahanan dan tidak terus bergantung pada alutsista impor. Kemandirian pertahanan ini merupakan kebutuhan strategis, bukan sekadar pilihan, untuk membangun kedaulatan negara. Oleh Soleh mendorong pemerintah untuk memberikan prioritas anggaran, keberpihakan kebijakan, dan konsistensi dalam pemesanan alutsista kepada industri pertahanan nasional seperti PT Dirgantara Indonesia.

Penguatan industri pertahanan nasional harus sejalan dengan Asta Cita di bidang pertahanan, yang menempatkan kemandirian dan kedaulatan nasional sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Dengan produk alutsista buatan Indonesia dipercaya dan digunakan dalam operasi strategis oleh negara besar, maka alutsista berbasis produksi anak bangsa menjadi kunci dalam mempertahankan pertahanan nasional. Operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat melibatkan penggunaan Pesawat CN-235 buatan Indonesia, yang menunjukkan kualitas dan daya saing global dari alutsista buatan anak bangsa.

Source link