Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menolak desakan penetapan status bencana nasional terhadap banjir hidrometeorologi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Menurut Haedar, desakan tersebut terlalu politis dan berpotensi mengganggu penanganan korban. Haedar meminta agar energi publik difokuskan pada aksi kemanusiaan tanpa terpengaruh polemik politik. Desakan tersebut, yang awalnya diungkapkan oleh Sekretaris LBH Anak Panah PP Muhammadiyah, Ikhwan Fahrojih, menimbulkan kontroversi karena dinilai tidak sesuai dengan asas kemanusiaan Persyarikatan Muhammadiyah. Lebih lanjut, latar belakang Ikhwan sebagai kuasa hukum korporasi juga menimbulkan dugaan motif politik di balik desakan status bencana nasional. Haedar Nashir menegaskan bahwa sikap Ikhwan bukan representasi resmi dari Muhammadiyah.
Haedar Nashir dan Desakan Bencana Nasional: Tinjauan Politisasi





