Dugaan Pengalihan Isu Bencana Sumatera: Sorotan Black Campaign dan Korporasi Sawit

by -74 Views

Bencana banjir dan longsor yang terjadi baru-baru ini di sejumlah wilayah di Sumatera diyakini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu, termasuk korporasi besar, untuk mengalihkan perhatian publik dari kasus-kasus kejahatan lingkungan masa lalu. Isu ini mulai mencuat seiring dengan munculnya narasi propaganda yang terkait dengan tokoh-tokoh seperti Ary Bakrie dan Marcella Santoso. Klaim tersebut menyebutkan bahwa aktivis media dan buzzer nasional, yang sebelumnya terlibat dalam kampanye “Indonesia Gelap,” kini beralih ke isu bencana Sumatera. Mereka bertujuan untuk mengalihkan perhatian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar tidak fokus pada penyelidikan mendalam terhadap kejahatan lingkungan yang diduga terjadi selama sepuluh tahun terakhir.

Dugaan pengalihan isu ini juga terkait dengan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi pada tahun 2015. Peristiwa tersebut melibatkan kebakaran lahan seluas 2,61 juta hektare di 31 provinsi dan menelan korban jiwa sebanyak 24 orang. Kasus Karhutla 2015 sering dianggap sebagai contoh kerentanan Indonesia terhadap bencana lingkungan. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 99.9% dari kasus Karhutla disebabkan oleh pembakaran yang sengaja dilakukan untuk membersihkan lahan perkebunan sawit. Korporasi besar seperti Grup Wilmar, Musim Mas, dan Permata Hijau diduga terlibat dalam praktik destruktif yang menyebabkan kabut asap tebal dan menderita bagi masyarakat.

Source link