Diplomasi Parlemen, Kunci Politik Luar Negeri RI

by

Dalam konteks geopolitik global yang semakin kompleks, Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, menegaskan bahwa diplomasi parlemen memiliki peran strategis dalam mengokohkan posisi Indonesia di dunia internasional. Syahrul menekankan pentingnya diplomasi politik luar negeri melalui jalur parlemen sebagai instrumen untuk membangun komunikasi antar-parlemen, memperjuangkan kepentingan nasional, dan mengawal arah kebijakan luar negeri pemerintah sesuai dengan aspirasi masyarakat.

Dalam acara “2025 & Outlook Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia 2026”, BKSAP secara aktif menyoroti isu-isu global seperti Palestina, konflik Sudan dan Yaman, serta dinamika Timur Tengah. Syahrul mencermati kompleksitas tantangan global yang menuntut pendekatan diplomasi yang aktif dan seimbang. Indonesia diharapkan tetap konsisten dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina serta mempromosikan perdamaian melalui dialog politik dan mekanisme multilateral.

Selain isu global, Syahrul juga memperhatikan keberhasilan diplomasi yang harus memberikan manfaat langsung bagi rakyat, termasuk perlindungan terhadap warga negara Indonesia di luar negeri dan pekerja migran yang rentan terhadap berbagai tindak kriminal. Dalam konteks Indo-Pasifik, Syahrul menyoroti rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok sebagai tantangan bagi kebijakan luar negeri Indonesia.

Syahrul menekankan perlunya Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin Global South melalui diplomasi yang berorientasi pada perlindungan rakyat dan kerja sama luar negeri yang memberi manfaat nyata bagi ketahanan energi, pangan, pertahanan, teknologi, dan ruang siber. Dengan strategi ini, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi peserta dalam arena global, tetapi juga dihormati dan diperhitungkan oleh negara lain.

Source link