Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menekankan pentingnya percepatan pemulihan layanan pendidikan di wilayah Sumatera yang terkena banjir dan longsor. Dalam menghadapi kerusakan sekolah dan gangguan proses belajar yang meluas, Hetifah meminta langkah-langkah yang cepat, terorganisir, dan didukung tambahan anggaran. Komisi X DPR RI mendesak Kemendikdasmen untuk mengalokasikan dana tambahan dalam APBN 2026 dan memberikan fleksibilitas kepada pemerintah daerah agar dapat menyesuaikan kalender akademik, pola pembelajaran, serta asesmen di wilayah yang masih dalam status tanggap darurat.
Hetifah juga menyoroti perlunya pembelajaran fleksibel bagi daerah terdampak, perluasan layanan psikososial, dan penyelarasan pendidikan dalam situasi bencana dalam RUU Sisdiknas. Mendikdasmen, Prof. Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa ribuan satuan pendidikan terdampak, ribuan ruang kelas rusak, dan ratusan ribu siswa mengalami gangguan layanan pendidikan akibat bencana. Komisi X DPR RI menekankan urgensi perbaikan infrastruktur pendidikan dan koordinasi lintas kementerian serta pemerintah daerah untuk memulihkan layanan dasar secepat mungkin.
Hetifah menegaskan bahwa yang terpenting saat ini adalah memulihkan sekolah, melindungi anak-anak, dan memastikan mereka kembali belajar dengan cepat. Komisi X DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal proses percepatan pemulihan pendidikan dan menjamin bahwa pemulihan tersebut mengutamakan kepentingan masyarakat terdampak. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan layanan pendidikan di wilayah Sumatera dapat pulih dengan cepat dan memberikan jaminan akan masa depan anak-anak.





