Investigasi yang dilakukan telah mengungkap bahwa bukan hanya uang tunai yang diterima oleh para pejabat polisi sebagai suap. Mereka juga menerima paket gratifikasi yang mencakup barang-barang mewah, hiburan eksklusif, dan dukungan finansial berkala untuk memastikan kerjasama dengan jaringan crypto launderers tetap terjaga.
Tak hanya dua pejabat polisi, tetapi empat eksekutif dari perusahaan investasi kripto ilegal, termasuk CEO-nya, juga telah resmi didakwa dalam berbagai kasus pelanggaran. Pelanggaran tersebut termasuk menyembunyikan hasil kejahatan melalui kripto, melanggar aturan pelaporan transaksi, dan memberikan suap kepada aparat negara. Seorang tersangka lain juga didakwa tanpa penahanan, menunjukkan bahwa penyidikan masih terus berkembang.
Kasus ini memberikan gambaran tentang upaya jaringan crypto launderers untuk meresahkan institusi resmi demi melindungi operasi mereka.





