Anggota Komisi VI DPR RI, Ida Fauziyah, memberikan apresiasi terhadap Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI yang telah berhasil membangun puluhan ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di berbagai wilayah di Indonesia. Dalam pernyataannya, Ida menyampaikan kekagumannya terhadap capaian Kemenkop yang telah melahirkan 82.707 KDMP yang sudah berbadan hukum dalam waktu relatif singkat. Namun, Ida juga memberikan catatan penting bahwa koperasi yang dibangun harus didasarkan pada kesukarelaan dan kebutuhan masyarakat, bukan hanya pada instruksi dari pemerintah.
Ida menyoroti pentingnya ekspresi kesukarelaan anggota dalam mendirikan koperasi, bukan sekadar membangun koperasi berbadan hukum semata. Menurutnya, koperasi yang sudah berbadan hukum tetapi hanya memiliki 1,2 anggota per koperasi membawa pertanyaan apakah ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau hanya instruksi pusat. Ida berharap agar Kemenkop dapat mengembalikan ruh berdirinya koperasi dan memberikan pendampingan yang memadai kepada pengurus koperasi.
Selain memberikan apresiasi, Ida juga menyoroti program pemagangan bagi pengurus koperasi yang saat ini baru mencapai 500 orang. Ia menekankan pentingnya peningkatan jumlah peserta pemagangan untuk meningkatkan kapasitas pengurus koperasi. Ida juga berharap agar dana operasional koperasi, baik dari Danantara maupun Bank Himbara, tersedia dengan cukup untuk mendukung kelancaran operasional koperasi. Dengan demikian, kerja keras Kemenkop dalam membangun koperasi diharapkan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.





