Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa pembangunan ekonomi nasional tidak hanya tentang perdagangan, tetapi juga tentang menjaga kedaulatan negara. Dalam peringatan 120 tahun Syarikat Islam, Ferry mewakili Presiden Prabowo Subianto dan menyampaikan pesan penting tentang memperkuat ekonomi berbasis rakyat untuk mencapai kesejahteraan umat sebagai landasan kemakmuran bangsa. Dalam acara tersebut, tema “Ekonomi Kuat, Umat Berdaulat” dipilih sebagai respons terhadap tuntutan zaman dan komitmen pemerintah untuk memperkuat ekonomi rakyat serta mendorong pemerataan kesejahteraan bagi semua masyarakat.
Ferry juga mengajak warga Syarikat Islam untuk aktif sebagai penggerak ekonomi umat dengan nilai-nilai kejujuran, persaudaraan, dan kolaborasi. Dia menyoroti sejarah panjang Syarikat Islam yang berawal dari gerakan ekonomi rakyat sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi ekonomi kolonial. Pendiri Syarikat Islam, Haji Samanhudi, membentuk Sarekat Dagang Islam sebagai upaya melawan eksploitasi ekonomi. Dengan transformasi menjadi Syarikat Islam di bawah pimpinan HOS Tjokroaminoto, organisasi ini berkembang dari gerakan ekonomi menjadi perjuangan pembebasan umat dan bangsa.
Dalam penutupannya, Ferry memastikan bahwa ekonomi tidak hanya sekadar perdagangan, tetapi juga merupakan bagian integral dari perjuangan untuk kedaulatan. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh seperti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, serta beberapa pejabat lainnya. Keseluruhan acara tersebut merupakan upaya untuk merayakan sejarah dan nilai-nilai Syarikat Islam serta mengingatkan betapa pentingnya memperkuat ekonomi rakyat untuk mencapai kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.





