Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menghadapi perpecahan setelah Muktamar X yang baru saja berlangsung. Hal ini menimbulkan dualisme dalam kepengurusan PPP dan diperkirakan akan menghambat kemampuan partai ini dalam menghadapi kontestasi politik di masa depan. Yusak Farchan, seorang pengamat politik dan Founder Citra Institute, menyatakan bahwa tanpa rekonsiliasi, PPP akan mengalami kesulitan dalam menghadapi pemilu mendatang. Pasca Muktamar, terjadi dualisme antara kelompok Muhammad Mardiono dan kubu Agus Suparmanto dalam klaim kepemimpinan partai ini, yang berpotensi memicu konflik berkelanjutan. Yusak menekankan bahwa penyelesaian perselisihan ini kemungkinan akan melibatkan mekanisme hukum dan keputusannya akan ditentukan oleh Kementerian Hukum dan HAM.
Pengamat: PPP Terancam Terpuruk Usai Muktamar X




