Stok bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta dijanjikan akan kembali normal dalam waktu tujuh hari oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, namun hal ini tidak terbukti. Pantauan di berbagai SPBU swasta menunjukkan kelangkaan pasokan bensin masih terjadi setelah sepekan janji tersebut disampaikan. Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai bahwa Bahlil dan Pertamina telah gagal memenuhi komitmen mereka. Selain Bahlil, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri juga sebelumnya memastikan bahwa kuota impor BBM untuk SPBU swasta akan terpenuhi dalam waktu satu minggu, namun kenyataannya tidak demikian. CBA mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengevaluasi kinerja Dirut Pertamina, Simon Aloysius Mantiri. Hingga saat ini, Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan distribusi BBM untuk SPBU swasta.
7 Hari BBM di SPBU Swasta, Apakah Janji?





