Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan bersama perwakilan organisasi kepemudaan dan keagamaan hadir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta untuk menyampaikan tuntutan kepada pimpinan DPR RI. Dalam audiensi tersebut, tiga orang pimpinan DPR RI menerima perwakilan BEM SI Kerakyatan. Mereka mengungkapkan keinginan untuk Presiden Prabowo Subianto membentuk tim investigasi guna mengusut kekerasan terhadap masyarakat sipil selama aksi demonstrasi Agustus 2025. Pertemuan itu berlangsung di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (3/9/2025) pukul 14.00 WIB.
Dalam pertemuan itu, Ketua BEM UI Agus Setiawan menyoroti perlunya investigasi tuntas kekerasan yang terjadi selama Agustus serta dugaan makar yang disampaikan oleh Presiden Prabowo. Ia menekankan pentingnya tim investigasi untuk membuktikan anggapan makar yang telah merugikan gerakan masyarakat sipil dan mahasiswa. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan bahwa pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang makar adalah imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap situasi negara.
Presiden Prabowo sendiri menegaskan bahwa hak untuk berkumpul secara damai harus dilindungi, namun tidak dapat diabaikan jika terjadi tindakan anarkis atau tindakan di luar hukum. Beliau menyerukan agar aparat keamanan mengambil tindakan tegas terhadap perusakan fasilitas umum dan tindakan kriminal lainnya yang mengancam keselamatan masyarakat. Prabowo meminta agar kebebasan berpendapat dihormati sesuai dengan hukum yang berlaku, namun tetap menjaga ketertiban dan keamanan.
Dalam konteks ini, BEM SI Kerakyatan bersama perwakilan organisasi lainnya meminta tanggapan serius terkait kekerasan dan dugaan makar yang terjadi selama demonstrasi Agustus 2025. Mereka menegaskan pentingnya investigasi yang transparan dan berlandaskan fakta untuk menyelesaikan konflik dan mendukung aspirasi masyarakat secara damai. Selain itu, peran aparat keamanan dalam melindungi masyarakat dan fasilitas umum juga menjadi perhatian utama dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan negara.





