Indonesia berduka atas kehilangan salah satu tokoh ekonomi terbaiknya, Kwik Kian Gie. Wafat pada Senin malam, 28 Juli 2025, Kwik dikenal sebagai ekonom senior yang pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri serta Kepala Bappenas periode 2001–2004. Kabar duka ini menyentuh banyak kalangan yang mengagumi dedikasi dan keteguhan prinsipnya dalam membela ekonomi nasional.
Defiyan Cori, ekonom konstitusi, turut merasakan kehilangan mendalam atas kepergian Kwik. Baginya, Kwik bukan hanya sosok intelektual, tetapi juga figur langka yang teguh dalam membela kepentingan rakyat, bersih dari korupsi, dan setia pada nilai-nilai Pancasila. Kendati berasal dari etnis Tionghoa, komitmen dan sikap Kwik dalam memperjuangkan ekonomi Indonesia membuatnya diakui sebagai “lebih pribumi dari pribumi itu sendiri”.
Defiyan menyoroti ketegasan dan integritas Kwik, terutama saat menolak tawaran pinjaman dari Bank Dunia pada 2002 demi menjaga kemandirian ekonomi Indonesia. Kepergian Kwik meninggalkan kekosongan dalam dunia ekonomi Indonesia, namun semangat dan keteladanan yang ditinggalkan diharapkan dapat menginspirasi para pengambil kebijakan masa kini dan masa depan. Selamat jalan, Pak Kwik, terima kasih atas dedikasinya dalam membela ekonomi kerakyatan.





