Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menuai sorotan tajam atas langkahnya memindahkan empat pulau dari wilayah administratif Aceh ke Sumatera Utara. Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menanggapi kebijakan tersebut. Menurut Muslim, keputusan Tito tidak hanya keliru secara administratif tetapi juga berpotensi membahayakan stabilitas nasional dengan mengganggu hubungan sensitif antara Aceh dan pemerintah pusat.
Muslim juga menduga ada motif politis tersembunyi di balik kebijakan ini, dan menegaskan bahwa jika hal ini mengakibatkan konflik, maka penting untuk menanyakan motif sebenarnya. Ia meminta Presiden Prabowo untuk tidak tinggal diam dan segera melakukan evaluasi terhadap Mendagri Tito. Menurutnya, evaluasi tersebut perlu dilakukan untuk meredam ketegangan dan memastikan bahwa seluruh kabinet bekerja untuk kepentingan nasional dan bukan kelompok tertentu.
Muslim juga menekankan bahwa Presiden Prabowo harus waspada terhadap potensi adanya loyalitas ganda di dalam kabinet, terutama dengan adanya keterlibatan Mendagri Tito yang dekat dengan lingkaran kekuasaan lama. Segera Mengambil Langkah Tegas dan Evaluasi Mendalam atas Kebijakan Pindah Pulau Aceh ke Sumatera Utara.





