Gerindra Memastikan Rencana Strategi Pengembangan Infrastruktur Logistik Nasional

by -57 Views

Jakarta – (VanusNews) Gerindra menganggap Logistik sebagai kunci penggerak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melebihi 6 persen. Hal itu diungkapkan oleh Ahmad Muzani Ketua Fraksi Gerindra DPR RI saat membuka Seminar Nasional Fraksi Partai Gerindra dengan tema “Strategi Pengembangan Transportasi dan Logistik Menuju Indonesia Emas 2045” di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (29/5/2024)

“Pemerintahan Prabowo ke depan akan terus memperbaiki ekosistem logistik nasional, dengan melakukan perbaikan dalam upaya menekan biaya logistik sekaligus mendorong kecepatan dan ketepatan waktu pengiriman logistik baik dalam negeri maupun internasional. Indeks Logistik kita harus lebih baik agar lebih kompetitif,” tegas Muzani.

Menteri Perhubungan Budi Karya dalam kesempatan tersebut, menyoroti kinerja kementerian perhubungan dalam pembangunan infrastruktur untuk mendukung sistem logistik nasional.

Dalam rangka keberlanjutan, beliau mendorong agar pemerintah di masa depan perlu melanjutkan beberapa strategi seperti Pembangunan Kereta Api Logistik Kalimantan Timur, Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru, dan Pembangunan Pelabuhan Peti Kemas Muaro Jambi serta peningkatan prasarana transportasi penyeberangan.

“Kolaborasi antar stakeholder sangat penting untuk meningkatkan kinerja logistik nasional. NLE (Nasional Logistic Ecosystem) harus terus ditingkatkan dengan transparansi dan digitalisasi. Biaya logistik harus ditekan, infrastruktur dan konektivitas ditingkatkan sehingga indeks logistik kita pasti bisa meningkat,” kata Budi.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis menyatakan bahwa perlu adanya strategi yang lebih adaptif dan agresif untuk meningkatkan kinerja logistik dan menekan biaya logistik.

Koordinator Tenaga Ahli Fraksi Gerindra DPR RI ini menyarankan pengembangan konektivitas yang kuat dan efisien melalui peningkatan pelayaran RoRo.

“Filipina sebagai negara kepulauan seperti kita berhasil menurunkan biaya logistik dari 27% menjadi 13% dalam 10 tahun. Kita juga bisa belajar dari Jepang yang sudah sangat maju dengan Roro dan Ropax, atau bagaimana transportasi antar negara di Eropa justru mengandalkan Roro dan Ropax sehingga lebih cepat dengan biaya yang lebih murah,” ungkap Fary Francis. VN-DAN