Prabowo Subianto : Demokrasi akan Lebih Kuat Sekarang dengan Sosial Media

by -74 Views

Jakarta – Presiden terpilih untuk periode 2024-2029, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa demokrasi akan menjadi lebih kuat di Indonesia sekarang karena perkembangan internet dan media sosial.

Beliau menyatakan bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan di mana kedaulatan berada pada rakyat, di mana rakyat berhak untuk memilih para pemimpinnya.

“Dikarenakan jumlah penduduk Indonesia yang banyak, maka diterapkan sistem perwakilan. Rakyat memiliki kedaulatan untuk memilih wakil-wakilnya di parlemen, serta memiliki hak untuk memilih presiden, bupati, dan gubernurnya dalam sistem presidensial. Hal ini merupakan keinginan dari rakyat kita,” jelas Prabowo dalam wawancara eksklusif bersama tvOne yang berjudul “Prabowo Subianto Bicara Untuk Indonesia” pada Rabu (22/5) malam.

Ketika ditanya apakah pemerintahannya nantinya akan anti-kritik, Prabowo menegaskan bahwa kritik sangat penting namun harus bersifat objektif.

“Kritik harus dilakukan karena itu adalah bagian dari check and balances yang dapat menjaga keamanan. Namun, kritik harus bersifat membangun dan bukan destruktif. Menurut saya, kritik harus selalu bersifat objektif,” jawab Prabowo.

Menyinggung mengenai kebebasan pers, Prabowo menyatakan bahwa hal tersebut sangat penting walaupun sebagian besar media di Indonesia sudah dimiliki oleh segelintir konglomerasi bisnis.

“Media mainstream adalah sebuah bisnis yang memiliki pemilik, oleh karena itu, apakah media mainstream tersebut benar-benar mencerminkan kepentingan rakyat atau kepentingan pemiliknya?” ujar Prabowo.

Prabowo berharap dalam perkembangan media sosial yang cepat, masyarakat dapat memperoleh informasi dari sumber yang lebih beragam dan tidak hanya dikuasai oleh segelintir pemilik media.

“Dengan adanya revolusi informasi melalui media baru seperti internet, media sosial, dan TikTok, informasi dapat sampai kepada masyarakat dengan cepat. Menurut saya, demokrasi akan menjadi lebih kuat sekarang, sehingga tidak ada lagi 5-6 orang yang dapat menguasai opini bangsa,” tutupnya.

Source link