Anak 5 Tahun Meninggal karena Kekerasan Ayah Tiri, Mayatnya Dibuang oleh Ibu ke Tapanuli Utara

by -23 Views


Sabtu, 11 Mei 2024 – 11:30 WIB

Medan – Tragedi menyayat hati menimpa seorang anak berusia 5 tahun di Medan, Sumatera Utara. Ia meninggal dunia akibat penganiayaan brutal oleh ayah tirinya, hanya karena memberitahu sang ibu sering berkomunikasi video dengan pria lain.

Baca Juga :


Viral! Pria Diamuk Massa Usai Cabuli Enam Anak Laki-laki di Cengkareng Jakbar

Kejadian menyedihkan ini terjadi pada 15 Maret 2023. Sang ibu kandung, bukannya melindungi anaknya, justru ikut membantu ayah tirinya membuang jenazah korban ke Kabupaten Tapanuli Utara.

Kasus ini baru terbongkar pada Senin (6/5/2024) ketika ibu kandung korban berani mengakui di hadapan pihak berwajib.

Baca Juga :


Beda dengan Sule, Ekspresi Wajah Keluarga Mahalini Saat Prosesi Tarik Bakak Ayam Jadi Sorotan

“Pelaku utama adalah ayah tiri korban, dan ibu kandungnya membantu membuang jenazah,” ungkap Kombes Pol Hadi Wahyudi, Kabid Humas Polda Sumut, pada Jumat (10/5/2024).

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi

Baca Juga :


Dipicu Emosi, Ayah Tiri Aniaya Bayi 10 Bulan Hingga Tewas

Motif di balik penganiayaan ini sungguh tragis. Sang ayah tiri marah setelah korban memberitahu bahwa ibunya sering berkomunikasi video dengan pria lain. Emosi meledak, ia pun menganiaya korban hingga tak bernyawa.

“Setelah menganiaya, ibu kandung dan ayah tiri korban membawa jenazah dengan mobil dan membuangnya di Tapanuli Utara. Jenazah korban bahkan sempat ditutupi dengan kasur,” tambah Kombes Pol Hadi.

Selama 6 bulan, jenazah korban tertahan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan tanpa identitas. Baru pada Mei 2024, ibu korban akhirnya mengakui perbuatannya.

“Pelaku lainnya, yaitu ayah tiri korban berinisial MBS (26) dan adiknya MRSS (24), telah diamankan di dua lokasi berbeda,” jelas Kombes Pol Hadi. “Ketiganya kini ditahan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.”

Atas perbuatan kejinya, para pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat 1 dan ayat 3 UU 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Tindak Pidana Kekerasan terhadap Anak yang Menyebabkan Kematian, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. (Ahmad Sukri/Medan)

Halaman Selanjutnya

Selama 6 bulan, jenazah korban tertahan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan tanpa identitas. Baru pada Mei 2024, ibu korban akhirnya mengakui perbuatannya.

Halaman Selanjutnya