Imbas Konflik Iran-Israel, Mulyanto: Kenaikan BBM dan LPG Bersubsidi Tak Perlu Dikhawatirkan oleh Masyarakat

by -124 Views

Jakarta – (VanusNews) Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta masyarakat tidak perlu panik menyikapi gejolak di Timur Tengah menyusul terjadinya konflik Iran-Israel.

Dirinya juga meminta masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya kenaikan harga BBM dan gas LPG bersubsidi, karena ada banyak opsi untuk menekan impor migas nasional, termasuk peningkatan efisiensi distribusi BBM dan gas LPG bersubsidi yang lebih tepat sasaran.

Menurut Mulyanto, kenaikan harga minyak dunia juga tidak jauh dari asumsi makro ICP dalam APBN tahun 2024 yang sebesar USD82 per barel. Bahkan, dalam dua minggu terakhir, harga minyak dunia cenderung turun.

“Kondisi dunia memang sedang tidak stabil, namun masyarakat tidak perlu panik terutama terkait kemungkinan kenaikan harga BBM dan gas LPG bersubsidi,” ujar Mulyanto kepada wartawan pada Kamis (18/4/2024).

Mulyanto menyebut puncak harga minyak WTI pada bulan April 2024 terjadi pada tanggal 5 April 2024 sebesar USD87 per barel, namun kemudian harga minyak mentah fluktuatif dan turun menjadi USD82.9 per barel pada tanggal 17 April 2024.

“Artinya, harga minyak mentah dunia sudah mendekati asumsi makro ICP APBN 2024,” tambah Mulyanto. “Harapannya, tren ini akan terus berlanjut menuju angka di bawah USD70 per barel.”

Mulyanto juga menyebut bahwa cadangan migas nasional telah mencapai lebih dari 30 hari, sehingga tidak perlu tergesa-gesa dalam keputusan terkait impor migas.

Serangan Iran ke Israel telah meningkatkan ketegangan di Timur Tengah, yang dapat berpotensi meningkatkan harga minyak dunia akibat gangguan pasokan global. Serangan tersebut juga dapat mengganggu pengiriman rantai pasok global melalui Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang dilalui oleh seperempat perdagangan minyak maritim global.