Guspardi Kecewa Karena Tak Satupun Komisioner Hadiri Rapat Kerja Terkait Evaluasi Pemilu 2024

by -46 Views

Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus mengungkapkan kekecewaannya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena tidak hadir dalam Rapat Kerja (Raker) atau Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama penyelenggara pemilu, pemerintah dan DPR RI yang dilaksanakan pada Senin (1/4/2024).

“Sejatinya rapat ini diagendakan sebagai pendalaman rapat sebelumnya pada 25 Maret 2024, di mana yang akan dilakukan pendalaman itu adalah institusi penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU. Namun, tidak satupun komisioner KPU yang hadir, sedangkan dari Bawaslu, DKPP, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah hadir di ruangan rapat,” kata Guspardi kepada para wartawan, Rabu (3/4/2024).

Padahal, lanjut Guspardi, kehadiran KPU dalam rapat ini sangat penting dalam rangka evaluasi pelaksanaan Pemilu 2024 secara menyeluruh.

“Apalagi dewasa ini, KPU sedang mendapatkan sorotan dari publik dan berbagai elemen masyarakat disebabkan banyaknya indikasi dan dugaan kecurangan yang terjadi dalam prosesi penyelenggaraan Pemilu 2024 yang perlu dijawab dan dijelaskan secara gamblang dan tuntas oleh KPU,” ujar Politisi PAN ini.

Guspardi mengatakan, alasan kesibukan menghadapi gugatan dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) jangan menjadi alat legitimasi bagi KPU untuk tidak hadir, ditambah pula alasan adanya komisioner KPU yang sedang melaksanakan umroh.

“Alangkah eloknya ibadah umroh bisa ditunda setelah Raker dan hadir dalam rapat ini. Itu lebih elegan sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam menjalankan tugas, fungsi, dan wewenang (tupoksi) KPU sebagai penyelenggara pemilu,” tutur Anggota Baleg DPR RI ini.

Lebih lanjut, dirinya menghargai sikap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) meski sudah minta izin sebelumnya dan tidak bisa hadir dikarenakan juga melaksanakan umroh, tetapi tetap mengutus Wakil Menteri Dalam Negeri dan jajarannya untuk menghadiri rapat bersama Komisi II DPR RI dan penyelenggara pemilu.

“Ini kan luar biasa penghargaan Kemendagri kepada institusi DPR. Lagipula pemerintah kan bukan pelaksana pemilu, hanya sebagai fasilitator, dan sangat disayangkan KPU sebagai institusi penting dalam penyelenggaraan pemilu, malah tidak hadir satupun komisionernya,” tegas Guspardi.

Oleh karena itu, ingat Guspardi, dengan tidak satupun komisioner KPU yang hadir, masyarakat bisa saja menilai KPU terkesan abai dan kurang komit dalam menjalankan tupoksinya.

“Padahal kehadiran KPU dalam rapat ini sangat penting dalam rangka evaluasi pelaksanaan Pemilu 2024 secara menyeluruh, antara penyelenggara pemilu, pemerintah, dan DPR,” tukas Guspardi.

Akhirnya, tambah Legislator asal Dapil Sumbar 2 ini, seluruh peserta rapat menyepakati, Raker bersama penyelenggara pemilu (KPU, Bawaslu, dan DKPP), pemerintah dan Komisi II DPR RI ditunda dan akan dijadwalkan kembali pada awal masa sidang mendatang.

“Kita meminta agar dalam rapat kerja mendatang, seluruh komisioner KPU harus hadir lengkap, mengingat komisioner punya tanggung jawab berbeda sesuai tupoksi masing-masing,” pungkas Guspardi Gaus. VN-DAN