Pengamat Politik Amini Jokowi, Bintang 4 untuk Prabowo Tak Politis Diberi Usai Pemilu

by -99 Views

Jakarta – Pengamat Politik Ujang Komaruddin menganggap bahwa pemberian gelar jenderal bintang empat yang diberikan oleh Presiden RI Joko Widodo kepada Prabowo Subianto tidak bersifat politis.

Menurutnya, Prabowo layak menerima penghargaan tersebut karena telah berkontribusi besar bagi bangsa dan negara Indonesia. Terlebih lagi, seharusnya Prabowo sudah menerima penghargaan tersebut sejak tahun 2022.

Pada tahun 2022, Prabowo telah menerima empat tanda kehormatan militer utama, yaitu Bintang Yudha Dharma Utama, Bintang Kartika Eka Paksi Utama, Bintang Jalasena Utama, dan Bintang Swa Buwana Paksa Utama.

“Ketika pemberian gelar bintang empat kepada Prabowo bukanlah hal politis, itu adalah sesuatu yang pantas dan seharusnya diberikan kepada Pak Prabowo,” kata Ujang.

Seperti yang diketahui, Jokowi secara langsung memberikan kenaikan pangkat jenderal bintang empat kepada Prabowo saat Rapim TNI & Polri yang diadakan di Mabes TNI Cilangkap, Rabu (28/2).

Ujang juga menyebut Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yang juga pernah menerima penghargaan yang sama di masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri, begitu juga dengan Luhut Binsar Pandjaitan pada masa pemerintahan presiden ke-4 Abdurrahman Wahid.

“Perlu dicatat bahwa Pak SBY juga pernah menerima penghargaan tersebut, jika tidak salah Pak Luhut juga pernah. Banyak jenderal bintang tiga zaman dulu yang kemudian mendapatkan bintang empat, penghargaan tersebut diberikan oleh pemerintah sebagai bentuk kehormatan bagi yang bersangkutan,” kata Ujang.

Oleh karena itu, Ujang menegaskan bahwa pemberian kenaikan pangkat dan tanda kehormatan tersebut semata-mata atas kerja keras Prabowo untuk bangsa Indonesia dan tidak ada hubungannya dengan politik.

“Jadi, sangat jelas bahwa pemberian gelar bintang empat kepada Prabowo bukanlah hal politis, jadi jangan dikaitkan dengan politik. Penghargaan kepada Prabowo diberikan setelah Pemilu karena Prabowo telah banyak berjasa bagi bangsa dan negara,” tutupnya. (SENOPATI)

Source link