Lippo Karawaci Berkomitmen Memprioritaskan Pengembangan Infrastruktur Kawasan untuk Bisnis Berkelanjutan

by -94 Views

Jumat, 9 Februari 2024 – 16:53 WIB

Jakarta – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menegaskan komitmennya dalam mengembangkan infrastruktur di kawasan yang dikelola. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dan masyarakat luas.

Sebagai pengembang real estat dan pengelola kawasan, LPKR berupaya untuk memberikan infrastruktur umum dan layanan berkualitas untuk melayani masyarakat luas, tidak terbatas hanya untuk pelanggan. Group Chief Executive Officer (CEO) LPKR John Riady menyampaikan bahwa bisnis yang memprioritaskan penciptaan nilai yang berkelanjutan akan menjadi fondasi terbaik untuk menghadapi periode ketidakstabilan dan ketidakpastian.

“Di LPKR, keberlanjutan menjadi inti dari misi dan proposisi nilai perusahaan. Hal tersebut juga merupakan aspek penting dalam perjalanan transformasi perusahaan sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan bisnis dan meraih peluang baru,” katanya dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat, 9 Februari 2024.

Dijelaskannya bahwa untuk meningkatkan kualitas hidup warga yang tinggal dan bekerja di kawasan dan wilayah pengembangan, LPKR juga secara rutin menjaga dan memperbaiki infrastruktur umum seperti saluran pembuangan, jalan, trotoar, hingga ruang hijau terbuka. Termasuk menyediakan berbagai layanan termasuk keamanan, pembersihan, lanskap, dan pengelolaan limbah.

Pada tahun 2022, misalnya, LPKR menghabiskan lebih dari Rp 220 miliar untuk infrastruktur dan layanan umum guna menyediakan lingkungan hidup yang indah, terawat, dan aman bagi semua pihak.

“LPKR juga bekerja sama dengan Pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur dan layanan umum. Misalnya, LPKR mendukung perbaikan infrastruktur Kali Krukut untuk mengatasi banjir di Kemang, Jakarta Selatan, dan membiayai pembangunan Kampung Akuarium di Jakarta Utara untuk menyediakan perumahan bagi kelompok rentan. LPKR, lanjutnya, telah memberikan kontribusi lebih dari Rp 70 miliar untuk proyek-proyek infrastruktur tersebut.”