Ganjar TPN Memberikan Pendampingan Hukum kepada Relawan yang Mengalami Pencabulan oleh Oknum TNI

by -39 Views

Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, Arsjad Rasjid mengatakan pihaknya akan memberi pendampingan hukum kepada relawan yang menjadi korban pengeroyokan oknum TNI di Boyolali, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

“Mas Ganjar dan Prof Mahfud, serta kami TPN Ganjar-Mahfud berdiri bersama para korban dan keluarga mereka. Mas Ganjar dan Prof Mahfud sangat peduli dan memberi perhatian khusus,” ujar Arsjad dalam konferensi pers di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta Pusat, pada Senin, 1 Januari 2024.

Arsjad juga berharap agar kejadian penganiayaan terhadap relawan pasangan calon tertentu tak terulang kembali di kemudian hari. Hal itu bertujuan untuk memberi kedamaian dan kelancaran kontestasi pemilu 2024 mendatang.

“Kami sangat serius, kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembali. TPN sudah bergerak dan akan terus beri dukungan serta pendampingan hukum sampai kasus ini tuntas. TPN jelas mengutuk kekerasan dan intimidasi dalam bentuk apapun,” kata Arsjad.

Di sisi lain, Arsjad yakin bahwa aparat penegak hukum bersikap netral. Ia juga mengapresiasi langkah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto beserta jajaran dalam menindak tegas kasus penganiayaan di Boyolali itu.

“Dalam kasus Boyolali, kami mengapresiasi gerak cepat TNI dalam menangani. TPN percaya sekaligus meminta agar TNI tangani kasus ini dengan sebaik-baiknya, transparan dan berikan rasa adil bagi korban, keluarganya dan seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Diketahui, marak kabar soal peristiwa pengeroyokan terhadap relawan Ganjar-Mahfud di media sosial, pada Sabtu, 30 Desember 2023.

Komandan Kodim 0724/Boyolali, Letkol (Inf) Wiweko Wulang Widodo, menyesalkan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI Yonif 408/Suhbrastha terhadap sejumlah relawan calon presiden-wakil presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Dia memastikan, saat ini kasus tersebut sudah berada dalam penanganan Denpom IV/4 Surakarta.

Sementara itu, calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo memastikan tidak ada relawannya yang meninggal akibat penganiayaan sebagaimana kabar yang sebelumnya marak beredar.

Dia mengatakan, seharusnya jika ada kesalahan, maka sebaiknya orang itu ditegur dengan cara yang baik tanpa menggunakan kekerasan.

“Ganjar memastikan, dari 7 korban tidak ada yang meninggal dunia. Namun, dia mengatakan beberapa korban memang masih dirawat intensif di rumah sakit. Bahkan, dia mendengar adanya fitnah yang menyebut soal satu orang meninggal. Namun nyatanya ketika dikonfirmasi, kabar itu pun akhirnya dibantah.