Pesantren Memberikan Kontribusi Besar bagi Kemajuan Bangsa, Namun Kesejahteraan Gurunya Masih Kurang

by -38 Views

Senin, 25 Desember 2023 – 21:26 WIB

Gresik – Masa depan Indonesia tidak hanya terletak di sekolah umum, tetapi juga di Pesantren. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang juga calon wakil presiden nomor urut tiga, Mahfud MD. Saat memberi tausiah dalam acara majelis dzikir dan peringatan Haul KH. Ahmad Maimun Adnan ke-9 pendiri Pondok Pesantren Al-Ishlah Bungah, Gresik, Jawa Timur, pada Minggu, 24 Desember 2023.

“Saya ini lulusan pesantren, Gus Dur, Kiai Ma’ruf Amin juga lulusan Pesantren bisa mengelola negara, maka belajarlah dengan baik di pesantren,” pesan Mahfud kepada para santri.

Kelebihan pendidikan pesantren, lanjut Mahfud, tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan tetapi juga memberi fondasi moral. “Orang pesantren biasanya tawadu, tidak serakah, dan tidak sewenang-wenang, karena landasan moralnya sudah kuat,” ujar Mahfud yang juga lulusan Pondok Pesantren Al-Mardiyah, Pamekasan Madura.

Menurut Mahfud, pesantren telah memberi sumbangan besar terhadap kemajuan bangsa. Oleh karena itu, kesejahteraan guru pesantren juga harus diperhatikan. Honor guru ngaji dan guru-guru di pesantren masih jauh dari kata sejahtera. Hal ini harus diperbaiki ke depan.

Momen Haul KH. Ahmad Maimun Adnan kali ini, bertepatan dengan 100 hari meninggalnya pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah KH. Ahmad Thohawi Hadin. Turut hadir dalam acara ini, Kyai Ahmad Hadziq Ketua Dewan Pengasuh Ponpes Al-Islah, KH. Muhammad Hamdan Ketua Perkumpulan Al-Islah, KH. Chusnan Ali, dan KH. Muhammad Ala’uddin.