Para Pekerja Migran Harus Diperhatikan Oleh Siapapun yang Memimpin Negara

by -143 Views

Jumat, 8 Desember 2023 – 10:23 WIB

Kuala Lumpur – Calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD berjanji akan memperjuangkan hak dan kesejahteraan para pekerja migran Indonesia, baik yang legal maupun yang illegal.

“Negara wajib melindungi dan memenuhi hak para pekerja migran Indonesia,” kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu saat mengikuti acara salawat dan istigasah kebangsaan di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis malam, 7 Desember 2023, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya. “Ini adalah tugas dan kewajiban negara; siapapun yang memimpin tidak boleh mengabaikan,” katanya, menegaskan.

Warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Malaysia, dia mengingatkan, tetap merupakan warga negara yang mempunyai hak menikmati berkat dan rahmat Tuhan serta memiliki kewajiban terhadap keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di hadapan ribuan WNI yang ada di Malaysia itu, Mahfud mengajak mereka untuk memberikan suaranya pada Pemilu 2024. “Gunakan hak pilih saudara-saudara dengan baik, karena itu akan menentukan masa depan kita,” ujarnya.

Dia juga mengajak seluruh warga menyongsong Pemilu dengan berselawat agar Pemilu 2024 berjalan dengan damai dan bermartabat. “Negara sudah menentukan calon-calon, silakan saudara pilih sendiri siapa yang paling tepat memimpin Anda dan jadi wakil Anda. Gunakan hak pilih ini dengan baik,” ujar dia.

Acara salawat dan istigasah kebangsaan di Malaysia itu turut dihadiri penceramah kondang Ahmad Muwaffiq (Gus Muwaffiq) serta Gus Khoiron Zaini. Tampak juga politikus Partai Hanura yang juga Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran (BP2MI) Benny Rhamdani, politikus PDIP Prasetyo Edhi Marsudi, dan perwakilan Majelis Pemuda Bersolawat At-Taufiq.

Pada Jumat, Mahfud dijadwalkan menghadiri dialog kebangsaan bersama pelajar dan mahasiswa Indonesia se-Malaysia di The Ritz Carlton, Malaysia. Selain itu, Mahfud juga akan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Perdana Putra.