Paul Chowles, mantan petugas National Crime Agency (NCA) asal Bristol, Inggris, diperintahkan mengembalikan aset senilai 1,8 juta poundsterling atau sekitar Rp42,50 miliar. Dana tersebut berasal dari bitcoin yang ia curi saat terlibat dalam penyelidikan terhadap perdagangan barang ilegal di dark web.
Nilai aset yang harus disita itu meningkat tajam dibandingkan harga bitcoin ketika pertama kali diperoleh. Crown Prosecution Service (CPS) menyebut perintah penyitaan tersebut setara dengan 30 bitcoin yang berhasil diamankan kembali dari Chowles. Aset itu sebelumnya bernilai sekitar 36.000 poundsterling atau Rp850,12 juta, tetapi kini nilainya telah melampaui 1,8 juta poundsterling.
Bitcoin diambil dari dompet sitaan
Mengutip BBC, Jumat (2/10/2026), Chowles yang kini berusia 44 tahun sebelumnya telah dijatuhi hukuman penjara 5,5 tahun di Liverpool Crown Court. Ia mengaku bersalah atas tindak pidana pencurian dan pencucian uang.
Kasus tersebut bermula dari penyelidikan NCA terhadap Thomas White, yang terbukti menjual barang ilegal kepada jaringan kriminal melalui situs dark web Silk Road 2.0. White kemudian dijatuhi hukuman penjara 64 bulan pada 2019.
Dalam penanganan perkara itu, Chowles menjadi bagian dari tim yang bertugas menganalisis serta mengekstraksi mata uang kripto dari perangkat digital yang disita. Penyitaan terhadap White menghasilkan 97 bitcoin yang tersimpan di sebuah dompet digital.
Namun, setelah proses penyitaan, diketahui 50 bitcoin telah ditarik dari dompet tersebut. NCA sempat menduga White mengakses dompet itu ketika berada dalam tahanan. White membantah terlibat dalam pengambilan aset tersebut.
Penyelidikan kemudian mengungkap bahwa bitcoin itu justru diambil oleh Chowles pada 2017. Ia mentransfer sekitar separuh aset yang disita ke rekening pribadinya. Untuk menyamarkan asal-usulnya, Chowles juga melakukan serangkaian transaksi mata uang kripto.
Penyelidikan berlangsung hingga 2022
Pencurian tersebut diselidiki Kepolisian Merseyside. Chowles ditangkap pada Mei 2022, dan aparat berhasil mengamankan kembali 30 bitcoin yang berada dalam penguasaannya.
Setelah proses hukum berjalan, CPS memperoleh perintah penyitaan terhadap aset tersebut. Perintah itu menjadi dasar bagi Chowles untuk mengembalikan nilai aset yang kini mencapai lebih dari 1,8 juta poundsterling.
Kasus ini memperlihatkan bahwa aset kripto yang disita dalam penyidikan tetap dapat ditelusuri meski telah dipindahkan melalui sejumlah transaksi. Dalam perkara Chowles, keterlibatannya dalam proses analisis dan ekstraksi data digital justru menjadi bagian penting dari rangkaian peristiwa yang berujung pada pengungkapan pencurian bitcoin sitaan.





