Fidelity Prediksi Harga Bitcoin Tembus Rp5,3 Miliar

by

Bitcoin mempertahankan perdagangannya di atas US$80.000 atau sekitar Rp1,43 miliar, dengan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran Rp17.920. Direktur Fidelity Jurrien Timmer menilai kemampuan aset kripto tersebut bertahan di atas level itu dapat menjadi konfirmasi bahwa fase terendah telah terlewati dan membuka peluang menuju US$100.000 atau sekitar Rp1,79 miliar.

Mengutip Yahoo Finance, Senin (28/9/2026), Bitcoin diperdagangkan pada US$84.467 atau sekitar Rp1,5 miliar. Harga tersebut masih sekitar 18 persen di bawah target US$100.000 yang disebut Timmer. Pada saat yang sama, spekulan di pasar kontrak berjangka terus meningkatkan posisi bullish hingga mencapai rekor tertinggi.

Level US$80.000 Jadi Penentu

Menurut Timmer, pergerakan Bitcoin saat ini berkaitan dengan pola grafik double bottom. Pola tersebut terbentuk ketika harga menyentuh level support yang sama sebanyak dua kali sebelum berbalik naik.

“Bitcoin tampak sangat menarik saat ini karena sedang menguji level resistensi kunci di angka US$80.000. Jika level ini berhasil ditembus, hal itu akan mengonfirmasi pola double bottom dengan target harga US$100.000,” tulis Timmer.

Ia mengacu pada dua titik terendah Bitcoin, yakni US$60.033 pada Februari 2026 dan US$57.742 pada akhir Juni. Kedua level tersebut menjadi bagian dari pola yang menurut Timmer berpotensi mengarah pada penguatan harga apabila Bitcoin mampu melewati resistensi US$80.000.

Proyeksi Jangka Panjang hingga 2029

Selain pola teknikal, Timmer juga menggunakan “hukum kekuatan Bitcoin” sebagai acuan untuk membaca arah harga dalam jangka panjang. Model tersebut menyesuaikan harga Bitcoin dengan sebuah kurva yang menggambarkan pergerakannya dari waktu ke waktu.

Berdasarkan model itu, Timmer menilai Bitcoin yang mampu bertahan di sekitar US$60.000 dapat menandai dimulainya kembali pasar bullish. Proyeksi jangka panjangnya menempatkan harga Bitcoin pada US$300.000 atau sekitar Rp5,37 miliar pada 2029.

Proyeksi tersebut tetap bergantung pada kemampuan Bitcoin mempertahankan level-level penting yang menjadi perhatian pasar. Dalam jangka lebih dekat, fokus Timmer berada pada penembusan resistensi US$80.000, sementara data pasar berjangka menunjukkan spekulan telah menempatkan rekor posisi yang mengarah pada kenaikan harga.

Source link