Cadangan Bitcoin di bursa tercatat menyusut dalam periode 21 hingga 24 September. Berdasarkan catatan CoinNiel, jumlah Bitcoin yang tersimpan di bursa turun dari sekitar 2,726 juta BTC menjadi 2,698 juta BTC. Perubahan tersebut menunjukkan berkurangnya aset yang berada dalam penyimpanan bursa, tetapi belum dapat langsung diartikan sebagai bukti terjadinya pembelian baru.
Bitcoin yang keluar dari bursa dapat berpindah ke berbagai tujuan. Aset tersebut bisa dikirim ke dompet pribadi, dipindahkan antar-institusi, atau digunakan sebagai jaminan. Karena itu, penurunan cadangan bursa tidak secara otomatis menjelaskan alasan di balik perpindahan Bitcoin maupun memastikan bahwa tekanan jual telah berkurang.
Arus keluar dari Binance
Data dari Binance memperlihatkan penurunan cadangan yang lebih spesifik. Analis yang menggunakan nama Darkfost mencatat arus keluar lebih dari 13.800 BTC dari bursa tersebut. Angka itu disebut sebagai arus keluar bersih harian terbesar sejak 2023.
Dalam rentang empat hari, cadangan Bitcoin Binance turun dari sekitar 705.000 BTC menjadi 685.000 BTC. Dengan demikian, terdapat selisih sekitar 20.000 BTC antara jumlah cadangan pada awal dan akhir periode tersebut. Namun, angka penurunan cadangan dan catatan arus keluar tidak dapat serta-merta diperlakukan sebagai informasi yang sama, karena masing-masing menggambarkan ukuran dan pencatatan yang berbeda.
Perpindahan Bitcoin dari bursa juga belum memberikan kepastian mengenai langkah pemilik aset setelahnya. Berdasarkan data yang tersedia, Bitcoin tersebut dapat berada di dompet pribadi, berpindah ke institusi lain, atau dipakai untuk kebutuhan jaminan. Tidak ada keterangan dalam data tersebut yang memastikan satu tujuan tertentu.
Leverage di pasar derivatif menurun
Perubahan juga terlihat pada pasar derivatif Bitcoin. CoinNiel mencatat open interest—nilai posisi kontrak derivatif yang masih terbuka—turun dari sekitar US$29,34 miliar pada 21 September menjadi US$26,29 miliar pada 24 September.
Penurunan itu setara dengan sekitar 10,4 persen. Data tersebut mengindikasikan adanya penyusutan nilai posisi terbuka dalam periode yang sama ketika cadangan Bitcoin di bursa ikut turun. Meski demikian, angka open interest yang dinyatakan dalam denominasi dolar tidak hanya dipengaruhi oleh pembukaan atau penutupan posisi.
Perubahan harga Bitcoin juga dapat mengubah nilai open interest dalam dolar. Oleh sebab itu, seluruh penurunan dari US$29,34 miliar menjadi US$26,29 miliar tidak bisa langsung dianggap sebagai akibat dari penutupan posisi leverage. Data tersebut menunjukkan leverage mulai mereda, tetapi belum memisahkan secara pasti pengaruh perubahan harga dari aktivitas pengurangan posisi.





