Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menyita 518 cartridge vape yang diduga berisi etomidate dari dua lokasi, yakni wilayah Jakarta Barat dan sebuah rumah kos di Serpong, Tangerang Selatan. Barang tersebut disamarkan menggunakan dus bekas headset dan dus makanan ringan untuk mengelabui pemeriksaan.
Pengungkapan itu berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran etomidate di Jakarta Barat pada Kamis (3/9). Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga menangkap seorang pria berinisial HW, 41 tahun, di wilayah tersebut.
Barang disamarkan dalam kemasan plastik
Kasubdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Triyatno Pamungkas mengatakan, petugas menemukan cartridge yang diduga berisi etomidate saat menangkap HW. Cartridge itu dibungkus plastik bertuliskan “Fox”, kemudian diletakkan di dalam dus bekas headset dan kemasan makanan ringan.
“Kami lalu melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku di wilayah Jakbar. Dari tangan pelaku kami menyita barang bukti (BB) cartridge yang diduga berisi etomidate. Barang bukti tersebut dikemas menggunakan plastik bertuliskan Fox dan disamarkan di dalam dus bekas headset serta dus makanan ringan,” kata Pamungkas.
Dalam pemeriksaan awal, HW mengaku masih menyimpan cartridge lain di sebuah rumah kos di Serpong, Tangerang Selatan. Polisi menindaklanjuti informasi tersebut dan melakukan penyitaan di lokasi kedua.
Dari pengungkapan di Jakarta Barat dan Serpong, penyidik mengamankan 518 cartridge yang diduga berisi etomidate. Selain itu, polisi menyita dua unit telepon seluler dan satu tas berwarna hitam.
Pemeriksaan terhadap tersangka masih berlangsung
Pamungkas menyebut HW belum selesai menjalani pemeriksaan. Penyidik masih mendalami peran pria tersebut serta asal-usul dan peredaran cartridge yang ditemukan di dua lokasi.
“Pelaku masih kami lakukan pemeriksaan secara intensif,” ujar Pamungkas, Senin (14/9).
Ia mengatakan, polisi juga masih mengembangkan perkara tersebut untuk mengetahui kemungkinan keterlibatan jaringan lain dalam peredaran etomidate.
“Kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap apakah ada jaringan lainnya,” kata Pamungkas.





