Seorang warga Singapura, bernama Lam, telah mengaku bersalah atas tuduhan pencurian kripto yang dilakukannya. Lam tampil dalam persidangan mengenakan seragam penjara berwarna hijau zaitun muda dan kaus putih. Selama persidangan, Lam berbicara beberapa kali untuk memastikan pemahamannya terhadap kasus yang disampaikan jaksa.
Rutin Temui Terapis dan Mengonsumsi Obat
Lam juga mengungkapkan bahwa ia rutin menemui terapis dan mengonsumsi obat untuk mengatasi depresi, kecemasan, serta masalah gangguan tidur. Hal ini menunjukkan dampak psikologis yang dialami oleh Lam seiring dengan perbuatannya.
Ketika hakim menanyakan pengakuannya, Lam terlihat menghela napas panjang sebelum akhirnya mengaku bersalah. Dalam sidang yang melibatkan 18 terdakwa, Lam menjadi terdakwa ke-11 yang mengakui kesalahannya. Aksinya melibatkan serangan rekayasa sosial terhadap pemilik aset kripto dalam jumlah besar.
Teknik Penyamaran sebagai Karyawan Perusahaan Tepercaya
Lam dan komplotannya menyamar sebagai karyawan perusahaan tepercaya, termasuk Google, untuk memperoleh informasi pribadi korban seperti kata sandi, seed phrase, dan kode autentikasi. Dengan informasi tersebut, mereka berhasil mengakses dompet kripto milik korban untuk keuntungan pribadi.





