Harga Bitcoin Mencapai Rekor Baru
Pada tanggal 25 Agustus 2026, harga Bitcoin (BTC) berhasil menembus angka US$ 80.000 atau setara dengan Rp 1,41 miliar. Hal ini merupakan capaian yang luar biasa setelah 15 minggu lamanya. Dalam kurun waktu delapan hari terakhir, nilai kripto ini telah meningkat sebesar 28%, memperbesar kapitalisasi pasarnya hingga US$ 350 miliar atau sekitar Rp 6.202 triliun.
Bitcoin Pulih dari Kerugian dalam Waktu Singkat
Dikutip dari Yahoo Finance, lonjakan harga Bitcoin berhasil mengembalikan kerugian yang dialami selama tiga bulan dalam tempo satu minggu saja. Hal ini menjadi sorotan utama di tengah pasar keuangan global.
Faktor-Faktor Pendorong Kenaikan Harga Bitcoin
Penyebab dari gemerlapnya harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir turut dipengaruhi oleh kebijakan Departemen Keuangan AS. Keputusan untuk melipatgandakan batas operasi pembelian kembali obligasi jangka panjang menjadi pemicu utama kenaikan harga Bitcoin.
Intervensi langsung ini tidak hanya menguntungkan pasar obligasi Treasury dengan tenor 10, 20, dan 30 tahun, tetapi juga mampu menstabilkan harga obligasi yang tengah terpuruk. Hal ini juga dilihat sebagai upaya untuk menekan kenaikan imbal hasil obligasi yang telah mencapai level tertinggi dalam 20 tahun.
Dalam pernyataannya, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki strategi besar untuk terus menangani kenaikan imbal hasil obligasi yang terjadi belakangan ini.





