Perak vs Bitcoin: Duel Aset Investasi di Awal Agustus 2026
Masuki bulan Agustus 2026, pasar investasi diwarnai oleh dua aset yang tengah menjadi perhatian, yaitu perak dan Bitcoin. Keduanya menunjukkan volatilitas harga yang cukup signifikan, namun dengan kondisi pasar yang berbeda.
Perak: Penguatan Namun Kehilangan Momentum
Harga perak berhasil mencapai kisaran US$ 64-US$ 66 per ons setelah melewati level harga yang selama ini bertahan. Penguatan harga perak sejak pertengahan 2025 mengalami lonjakan yang signifikan, dimulai dari di bawah US$ 30 per ons menuju kisaran US$ 71-US$ 72 pada akhir tahun.
Pada Januari 2026, harga perak bahkan sempat mencapai di atas US$ 120 sebelum kembali bergerak turun. Meskipun sempat terkoreksi menuju US$ 56-US$ 58 pada Juni 2026, namun kini harga perak kembali pulih berada di kisaran US$ 64-US$ 66 per ons pada Agustus.
Bitcoin: Tantangan dari Koreksi Harga
Sementara itu, Bitcoin diperdagangkan antara US$ 62.000-US$ 64.000 setelah mengalami koreksi hingga hampir 50 persen dari rekor harga pada Oktober 2025. Meskipun mengalami fluktuasi harga yang cukup signifikan, namun Bitcoin tetap menjadi salah satu aset yang menarik minat para investor.
Dengan pertanyaan mendasar mengenai aset mana yang berpotensi memberikan keuntungan lebih besar hingga tahun 2028, analisis data pasar menggunakan kecerdasan buatan (AI) seperti Grok, ChatGPT, dan Claude menunjukkan pandangan yang serupa. Meskipun dengan risiko yang berbeda, namun potensi keuntungan dari kedua aset ini terus menjadi sorotan.





