Pacuan Kuda Pantai: Penguatan Ekonomi Desa

by

Pangandaran Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pariwisata

Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin H.M.M., menekankan pentingnya keselarasan antara KUA-PPAS dengan RPJMD untuk memajukan ekonomi daerah. Pernyataan tersebut disampaikannya setelah rapat paripurna penetapan KUA-PPAS Perubahan 2026 dan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027.

Asep menegaskan bahwa fokus utama pembangunan Pangandaran di tahun 2027 adalah mempercepat pertumbuhan ekonomi yang didasarkan pada sektor pariwisata. Ia juga merumuskan langkah-langkah strategis yang perlu segera dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah.

Penguatan Aksesibilitas dan Event Pariwisata

Langkah pertama yang diutarakan adalah perkuat aksesibilitas menuju destinasi wisata dan menghidupkan kembali acara pariwisata dari skala nasional hingga internasional. Asep mendorong penyusunan kalender event resmi yang konsisten.

Beberapa event yang dipandang memiliki potensi besar antara lain International Kite Festival, budaya Hajat Laut dan Syukuran Nelayan, serta arena pacuan kuda pinggir pantai di Pangandaran yang hanya ada di Indonesia.

Pengembangan Desa Wisata dan Digitalisasi

Langkah strategis kedua adalah membuat desa wisata sebagai pendorong ekonomi masyarakat lokal. Potensi alam dan budaya di desa-desa Pangandaran dianggap besar, tetapi memerlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah.

Asep juga menekankan pentingnya digitalisasi dan penguatan kelembagaan, seperti melalui optimalisasi Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD). Penggunaan teknologi diharapkan bisa meningkatkan pengelolaan pendapatan daerah dan memperluas pemasaran digital bagi destinasi pariwisata dan UMKM lokal.

Pendekatan Pentahelix untuk Mengurangi Kemiskinan

Untuk menciptakan sektor pariwisata yang inklusif dan berkesan, Asep mengajak semua pihak menerapkan pendekatan kolaboratif pentahelix. Pendekatan ini melibatkan kerjasama antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, dan komunitas lokal.

Tujuan akhir dari strategi ini adalah meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), peningkatan kunjungan wisatawan, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar destinasi pariwisata. Dengan menciptakan lapangan kerja baru, diharapkan angka pengangguran dan kemiskinan di Pangandaran dapat terus ditekan.

Source link