Pelaku kejahatan cyber kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam mencuri aset kripto, kali ini dengan cara yang cukup unik. Mereka berhasil mengeksploitasi kelemahan cold wallet Coldcard untuk mencuri Bitcoin senilai Rp 16 triliun tanpa harus menginfeksi perangkat korban secara langsung.
Sniffing Seed dan Mencuri Bitcoin
Peneliti dari Galaxy Research telah mengungkapkan bahwa para peretas tidak perlu lagi repot-repot menghubungi atau menginfeksi perangkat korban untuk mencuri Bitcoin. Mereka cukup menggunakan komputer sendiri untuk membuat jutaan hingga miliaran kemungkinan seed. Setiap seed ini kemudian menghasilkan alamat Bitcoin tertentu yang nantinya akan dibandingkan dengan data blockchain yang terbuka untuk umum.
Dengan menggunakan metode ini, pelaku berhasil mencuri sejumlah Bitcoin dengan sangat sistematis. Pada gelombang pertama serangan ini, sekitar 1.082,65 BTC berhasil dipindahkan dari 1.196 alamat hanya dalam waktu 41 menit pada 30 Juli 2026. Gelombang berikutnya pun terjadi dalam beberapa jam dan hari setelahnya, dengan total aset yang berhasil dicuri meningkat menjadi 1.367,05 BTC dari sekitar 4.585 alamat Bitcoin.
Kehati-hatian Pengguna Cold Wallet
Kelemahan yang dieksploitasi dalam cold wallet Coldcard menjadi pembelajaran penting bagi pengguna aset kripto untuk lebih berhati-hati dalam menjaga keamanan aset digital mereka. Langkah-langkah keamanan ekstra tentu diperlukan untuk menghindari serangan-serangan yang semakin canggih dari para pelaku kejahatan cyber.





