Apakah Anda termasuk tipe orang yang sulit menolak permintaan orang lain demi kepentingan sendiri? Jika ya, Anda mungkin adalah seorang “people pleaser”.
Ciri-Ciri Seorang People Pleaser
Menurut psikolog, orang yang memiliki sifat “people pleaser” cenderung sulit mengatakan tidak saat diminta bantuan atau diajak kerja sama. Mereka cenderung menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan diri sendiri, bahkan jika itu berarti mengorbankan diri.
Selain itu, ciri-ciri lain dari seorang “people pleaser” adalah merasa cemas jika membuat orang lain kecewa, takut konflik, tidak memiliki batasan yang jelas dalam hubungan, mudah merasa bersalah, serta mengabaikan kebutuhan dan keinginan pribadi demi menyenangkan orang lain.
Bahaya Menjadi People Pleaser
Meskipun memiliki niat baik untuk membantu dan menyenangkan orang lain, menjadi “people pleaser” sebenarnya dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental dan emosional seseorang. Selain bisa menyebabkan stres dan kelelahan akibat menempatkan kebutuhan orang lain di atas diri sendiri, perilaku ini juga dapat membuat seseorang kehilangan identitas dan merasa tidak dihargai.
Menurut para ahli, penting bagi seorang “people pleaser” untuk belajar menetapkan batasan yang sehat, belajar mengatakan tidak tanpa rasa bersalah, serta memprioritaskan kebutuhan dan keinginan pribadi. Hanya dengan begini seseorang dapat merasa lebih bahagia dan membangun hubungan yang seimbang dengan orang lain.





