Fakta dan Mitos Tentang Begadang dan Tekanan Darah

by

Kurang Tidur dan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Jakarta – Kebiasaan begadang atau kurang tidur sering kali dihubungkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi). Meskipun bukan satu-satunya faktor penyebab, kurang tidur yang berkepanjangan dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dalam jangka panjang dapat mengganggu mekanisme pengaturan tekanan darah dan meningkatkan risiko hipertensi serta berbagai penyakit kardiovaskular.

Pentingnya Durasi Tidur yang Cukup

Menurut para ahli kesehatan jantung, orang dewasa sebaiknya tidur selama 7–9 jam setiap malam. Saat tidur, tekanan darah cenderung menurun secara alami sebagai bagian dari proses pemulihan tubuh. Namun, ketika seseorang terbiasa begadang atau kurang tidur, mekanisme ini dapat terganggu dan menyebabkan tekanan darah tetap tinggi.

Organisasi American Heart Association (AHA) mencatat bahwa tidur kurang dari tujuh jam per malam dapat meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan gangguan metabolisme. Selain durasi, kualitas tidur dan keberlangsungan pola tidur juga turut berperan dalam menjaga kesehatan jantung.

Dampak Kurang Tidur pada Kesehatan

Kurang tidur bisa merangsang aktivitas sistem saraf simpatik, yang bertanggung jawab dalam merespons stres tubuh. Hal ini dapat meningkatkan detak jantung, menyempitkan pembuluh darah, dan merangsang hormon stres seperti kortisol, yang pada akhirnya meningkatkan tekanan darah.

Selain itu, begadang secara terus-menerus juga dapat memicu peradangan kronis, resistensi insulin, dan peningkatan berat badan, yang semuanya merupakan faktor risiko berkembangnya hipertensi dan penyakit kardiovaskular.

Penelitian yang dilakukan oleh American Heart Association juga menemukan bahwa orang dengan pola tidur tidak teratur memiliki risiko lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi dibandingkan dengan yang memiliki pola tidur teratur. Bahkan, individu yang tidur kurang dari enam jam setiap malam memiliki risiko hipertensi yang lebih tinggi daripada yang tidur sesuai rekomendasi.

Sumber: ANTARA

Source link