Di tengah meningkatnya kasus kejahatan keuangan yang melibatkan aset digital, Korea Selatan mengambil langkah baru untuk mengelola aset kripto hasil tindak kejahatan. Kepolisian Nasional Korea Selatan berencana menunjuk perusahaan kustodian swasta untuk menyimpan dan mengelola aset kripto yang disita selama penyelidikan.
Langkah Preventif Korea Selatan
Kebijakan ini diambil untuk meningkatkan keamanan serta mengurangi risiko kehilangan dan penyalahgunaan aset digital. Dengan semakin seringnya kasus kejahatan keuangan yang melibatkan aset kripto, langkah preventif ini diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap aset digital yang disita.
Menurut CoinMarketCap, Kepolisian Nasional Korea Selatan sedang mengevaluasi proposal dari tujuh perusahaan yang telah mengikuti proses seleksi. Ketujuh perusahaan tersebut meliputi BDACS, KODA, KDAC, Upbit Custody, Hecto Wallet One, DSRV, dan AhnLab Blockchain Company.
Nilai Kontrak dan Implikasinya
Perkiraan nilai kontrak pengelolaan aset kripto tersebut mencapai sekitar 200 juta won. Meskipun nilai kontrak relatif kecil, namun memiliki nilai strategis yang tinggi. Perusahaan yang dipilih akan mendapatkan pengakuan atas kualitas operasional dan sistem keamanannya. Hal ini membuka peluang kerja sama dengan lebih banyak lembaga pemerintah di masa depan.
Dengan langkah ini, Korea Selatan menunjukkan komitmennya dalam mengelola aset digital hasil tindak kejahatan secara lebih profesional dan aman. Semoga langkah preventif ini dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi aset kripto yang disita dan membantu menekan tingkat kejahatan keuangan yang melibatkan aset digital di masa depan.





