Coinbase Pangkas Biaya Kecerdasan Buatan untuk Tingkatkan Penggunaan Token
CEO Coinbase, Brian Armstrong, mengungkapkan langkah perusahaan dalam memangkas biaya kecerdasan buatan (AI) guna mendukung pertumbuhan penggunaan token secara eksponensial. Ini adalah upaya untuk membantu perusahaan lain meningkatkan adopsi AI tanpa terkendala oleh biaya.
Teknik Penghematan Biaya AI
Armstrong menyoroti tiga teknik utama yang digunakan untuk mengurangi pengeluaran AI. Pertama, perutean model yang lebih cerdas untuk mencocokkan tugas dengan model termurah yang bisa menyelesaikannya. Kedua, caching agresif untuk menghilangkan output redundan pada kueri berulang. Dan ketiga, pergeseran ke model open-weight yang lebih murah untuk tugas-tugas rutin.
Pendekatan ini bertujuan untuk membangun infrastruktur yang dapat menopang pertumbuhan skala tanpa mengorbankan biaya. Armstrong menekankan pentingnya efisiensi dalam penggunaan AI, di mana akses ke energi dan komputasi lebih vital daripada kualitas model. Dengan menambahkan efisiensi perutean, Coinbase berhasil memangkas pengeluaran AI bahkan ketika penggunaan token meningkat.
Peningkatan Adopsi Tanpa Kendala Biaya
Dengan mengurangi separuh pengeluaran AI, Coinbase membuktikan bahwa biaya bukanlah halangan bagi adopsi AI yang lebih luas. Armstrong percaya bahwa efisiensi pengeluaran adalah kunci untuk mendorong pertumbuhan eksponensial penggunaan, tanpa menghadapi hambatan anggaran di masa depan.
Meskipun tidak mengungkapkan angka biaya secara spesifik, langkah perusahaan ini telah berhasil memisahkan antara konsumsi dan biaya. Selain itu, Armstrong juga memberikan pandangan tajam terhadap siklus pasar Bitcoin saat ini, dengan menyoroti sentimen bearish yang ada.





